Hubungan peran tenaga kesehatan terhadap perawatan diri: kebersihan gigi pada pasien skizofrenia
DOI:
https://doi.org/10.63425/journalofnursing.v4i1.245Keywords:
Kebersihan gigi, Peran tenaga kesehatan, Perawatan diri, SkizofreniaAbstract
Pendahuluan: Skizofrenia menyebabkan defisit perawatan diri termasuk kebersihan gigi, yang berdampak pada karies, gingivitis, dan halitosis. Data RSJD dr. Samsi Jacobalis menunjukkan peningkatan pasien skizofrenia 2023-2025 (2.115 pasien). Tujuan: Mengetahui hubungan peran tenaga kesehatan terhadap perawatan diri: kebersihan gigi pasien skizofrenia. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif cross-sectional dengan sampel 37 responden menggunakan rumus Slovin dan purposive sampling. Instrumen berupa kuesioner peran tenaga kesehatan (7 pertanyaan) dan kebersihan gigi pasien (8 pertanyaan) yang telah diuji validitas dan reliabilitas. Analisis data menggunakan uji Chi-Square (α=0,05). Hasil: Peran tenaga kesehatan kategori baik 40,5%, cukup 37,8%, kurang 21,6%. Kebersihan gigi pasien kategori baik 40,5%, cukup 37,8%, kurang 21,6%. Uji Chi-Square diperoleh p-value=0,000 (p<0,05), menunjukkan hubungan signifikan antara peran tenaga kesehatan dengan kebersihan gigi pasien skizofrenia. Kesimpulan: Terdapat hubungan signifikan peran tenaga kesehatan terhadap perawatan diri: kebersihan gigi pasien skizofrenia, semakin baik peran tenaga kesehatan semakin baik kebersihan gigi pasien. Tenaga kesehatan diharapkan meningkatkan edukasi dan pendampingan kebersihan gigi bagi pasien skizofrenia, serta rumah sakit perlu memfasilitasi program pelatihan perawatan diri secara rutin.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Journal of Nursing

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.





