Kompetensi perawat dalam mendukung implementasi keselamatan pasien

Authors

  • Hurairo RSUD Dr. (H.C.) Ir. Soekarno Kabupaten Bangka, Kepulauan Bangka Belitung, Indonesia
  • Shindi Hapsari Program Studi S1 Keperawatan, Fakultas Ilmu Keperawatan dan Kesehatan, Universitas Karya Husada Semarang

DOI:

https://doi.org/10.63425/journalofnursing.v4i1.238

Keywords:

akreditasi rumah sakit, keselamatan pasien, kompetensi perawat, pengetahuan, sikap, Spearman Rank

Abstract

Latar Belakang: Keselamatan pasien merupakan komponen fundamental dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan sekaligus salah satu indikator utama standar akreditasi rumah sakit. Perawat, sebagai tenaga kesehatan yang berinteraksi paling intensif dengan pasien, memegang peran strategis dalam mewujudkan pelayanan yang aman. Kompetensi perawat yang tercermin dari pengetahuan dan sikap diduga turut menentukan sejauh mana keselamatan pasien dapat diimplementasikan secara optimal. Tujuan: Menganalisis hubungan antara kompetensi perawat dan implementasi keselamatan pasien sebagai upaya mendukung pemenuhan standar akreditasi di RSUD Dr. (H.C) Ir. Soekarno, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Metode: Penelitian kuantitatif observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional ini dilakukan pada perawat pelaksana di tujuh ruang rawat inap (ICU, NICU, SCU, RRA, RRD 1 VIP, RRD 3 Bedah, dan RRD 3 Non-Bedah). Sebanyak 117 perawat dipilih melalui teknik cluster sampling sesuai kriteria inklusi, dengan 116 kuesioner yang memenuhi syarat untuk dianalisis. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstandar untuk mengukur kompetensi perawat (pengetahuan dan sikap) serta implementasi keselamatan pasien, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji korelasi Spearman Rank pada taraf signifikansi α = 0,05. Hasil: Mayoritas perawat memiliki pengetahuan baik (89,7%), sementara sikap dan implementasi keselamatan pasien terdistribusi hampir merata antara kategori baik dan tidak baik (masing-masing 52,6% dan 47,4%). Kompetensi perawat secara keseluruhan berada pada kategori baik (57,8%). Uji Spearman Rank menunjukkan hubungan positif dan signifikan antara kompetensi perawat dengan implementasi keselamatan pasien (rs = 0,589; p < 0,001), dengan kekuatan hubungan yang lebih besar dibandingkan pengetahuan (rs = 0,364) maupun sikap (rs = 0,498) secara terpisah. Simpulan: Kompetensi perawat sebagai gabungan pengetahuan dan sikap memberikan kontribusi paling menentukan terhadap keberhasilan implementasi keselamatan pasien. Penguatan sikap positif yang diiringi peningkatan pengetahuan melalui pelatihan berkelanjutan perlu terus dikembangkan untuk mendukung mutu keselamatan pasien sesuai standar akreditasi rumah sakit.

Downloads

Published

2026-10-10