Fenomenologi pengalaman perawat dalam mematuhi standar operasional prosedur radioterapi
DOI:
https://doi.org/10.63425/journalofnursing.v4i1.236Keywords:
fenomenologi, keselamatan Pasien, kepatuhan SOP, pengalaman perawat, radioterapiAbstract
Latar Belakang: Kepatuhan perawat terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP) dalam pelayanan radioterapi penting untuk menjamin keselamatan pasien. Risiko khusus dalam radioterapi menuntut ketepatan, konsistensi, komunikasi yang efektif, dan pengambilan keputusan klinis yang tepat. Eksplorasi pengalaman perawat diperlukan untuk memahami bagaimana kepatuhan terhadap SOP terbentuk dan dipertahankan dalam praktik klinis. Tujuan: mengeksplorasi pengalaman perawat dalam mematuhi SOP radioterapi di RSUD Dr. (H.C.) Ir. Soekarno Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, termasuk faktor-faktor yang memengaruhi kepatuhan serta pemaknaan kepatuhan terhadap SOP dalam menjaga keselamatan pasien. Metode: desain kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Enam perawat dari Unit Radioterapi dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dianalisis menggunakan metode fenomenologi Colaizzi. Hasil: Ditemukan tujuh tema esensial, yaitu: (1) adaptasi di Unit Radioterapi membentuk kepatuhan terhadap SOP; (2) SOP menjadi pedoman dalam menjaga keselamatan pasien; (3) asesmen klinis mengarahkan pengambilan keputusan; (4) pengalaman near miss menjadi sumber pembelajaran profesional; (5) komunikasi dan kolaborasi tim mendukung penerapan SOP; (6) budaya keselamatan pasien memperkuat kepatuhan; dan (7) refleksi profesional membentuk identitas profesional perawat. Temuan menunjukkan bahwa kepatuhan terhadap SOP tidak terbatas pada mengikuti prosedur yang telah ditetapkan, tetapi juga dibentuk oleh pengalaman klinis, proses pembelajaran, kerja sama tim, budaya keselamatan, dan refleksi profesional. Kesimpulan: Kepatuhan perawat terhadap SOP radioterapi berkembang melalui proses adaptasi, asesmen klinis, pembelajaran dari pengalaman, komunikasi, kolaborasi, dan budaya keselamatan pasien yang mendukung. Kepatuhan tidak hanya dimaknai sebagai kewajiban institusional, tetapi juga sebagai bentuk tanggung jawab profesional dan komitmen perawat terhadap keselamatan pasien. Unit radioterapi perlu memperkuat kepatuhan terhadap SOP melalui pelatihan berkelanjutan, evaluasi kompetensi secara berkala, penguatan komunikasi tim, dan pembangunan budaya keselamatan pasien. Pelaporan near miss dan praktik reflektif juga perlu didorong sebagai sarana pembelajaran untuk meningkatkan kualitas praktik klinis dan keselamatan pasien.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Journal of Nursing

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.





