Hubungan pengetahuan ibu hamil tentang tanda bahaya kehamilan dengan kepatuhan melakukan antenatal care
DOI:
https://doi.org/10.63425/ljmw.v3i1.230Keywords:
ibu hamil, kepatuhan, pelayanan antenatal, pengetahuan, tanda-tanda bahaya kehamilanAbstract
Pendahuluan: Salah satu upaya untuk menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) adalah melalui layanan Pemeriksaan Kehamilan (PK) secara teratur. Pengetahuan ibu hamil mengenai tanda-tanda bahaya kehamilan berperan penting dalam meningkatkan kepatuhan terhadap kunjungan ANC. Tujuan: mengetahui hubungan antara pengetahuan ibu hamil mengenai tanda-tanda bahaya kehamilan dan kepatuhan terhadap kunjungan ANC di wilayah kerja Puskesmas Sasi. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian korelasi dengan pendekatan cross-sectional. Sampel terdiri dari 40 responden yang dipilih menggunakan teknik pengambilan sampel berturut-turut. Data dikumpulkan melalui kuesioner pengetahuan dan pengamatan terhadap Buku Kesehatan Ibu dan Anak. Analisis data menggunakan uji Fisher eksak dengan tingkat signifikansi α = 0,05. Hasil: sebagian besar responden memiliki pengetahuan kurang (22 responden), pengetahuan baik (13 responden), dan pengetahuan cukup (5 responden). Sebagian besar responden tidak patuh terhadap kunjungan ANC (27 responden), sedangkan 13 responden patuh. Hasil uji statistik menunjukkan nilai p = 0,001 (<0,05), yang mengindikasikan adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu hamil mengenai tanda-tanda bahaya kehamilan dan kepatuhan terhadap kunjungan ANC. Kesimpulan: sebagian besar ibu hamil memiliki pengetahuan yang kurang mengenai tanda-tanda bahaya kehamilan dan tidak patuh terhadap kunjungan ANC. Tenaga kesehatan diharapkan dapat meningkatkan pendidikan bagi ibu hamil guna meningkatkan kepatuhan terhadap pelayanan antenatal.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Journal of Midwivery

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.





