Gambaran status gizi ibu hamil trimester tiga yang mendapatkan tablet multiple micronutrien supplemen

Authors

  • Dina Adolfina Mooy Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Denpasar, Indonesia
  • Made Widhi Gunapria Darmapatni 3Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Denpasar, Indonesia
  • Gusti Ayu Tirtawati Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Denpasar, Indonesia
  • Maria Regolinda Funan STIKes Guna Bangsa Yogyakarta, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.63425/ljmw.v3i1.229

Keywords:

Ibu Hamil, Multiple micronutrien supplemen, Status Gizi, Tablet MMS

Abstract

Pendahuluan: Kehamilan merupakan masa paling kritis dalam siklus hidup seorang wanita, di mana seorang ibu hamil tidak hanya harus memenuhi kebutuhan gizi dirinya sendiri, tetapi juga janin dalam kandungannya. Pada tahun 2025, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia meluncurkan program penyediaan tablet suplemen mikronutrien majemuk (MMS) yang mengandung 15 vitamin dan mineral esensial, zat besi, serta asam folat. Tujuan: Untuk memberikan gambaran umum mengenai status gizi ibu hamil trimester ketiga yang menerima tablet MMS di Puskesmas Oelolok, Kecamatan Insana, serta mengidentifikasi ibu hamil trimester ketiga yang menerima tablet MMS berdasarkan kadar hemoglobin (Hb) dan kenaikan berat badan. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilakukan pada bulan Maret hingga April 2026 dengan teknik pengambilan sampel total. Sampel terdiri dari 95 ibu hamil trimester ketiga yang mengonsumsi tablet MMS. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis secara univariat. Hasil: sebagian besar responden mengalami peningkatan kadar Hb, termasuk dalam kategori tidak anemia (Hb ≥ 11 g/dl) sebanyak 65 responden (68,4%), sedangkan sebagian kecil responden masih berada dalam kategori anemia (Hb ≤ 11 g/dl) sebanyak 30 responden (31,5%). Mengenai penambahan berat badan, sebagian besar responden mengalami penambahan berat badan yang tidak memadai (≤11 kg) sebanyak 72 responden (75,7%), dan sebagian kecil mengalami penambahan berat badan yang memadai (≥11 kg) sebanyak 23 responden (24,2%). Kesimpulan: peningkatan kadar Hb sebagian besar masih berada dalam kategori normal, sedangkan kenaikan berat badan pada sebagian besar responden masih belum memadai. Hal ini disebabkan oleh usia kehamilan yang masih ≤34 minggu. Oleh karena itu, perlu dilakukan edukasi dan konseling mengenai kebutuhan gizi selama masa kehamilan hingga persalinan.

Downloads

Published

2026-09-06