Penerapan aromaterapi peppermint terhadap mual muntah post sectio caesarea dengan spinal anestesi
DOI:
https://doi.org/10.63425/ljmw.v2i2.221Keywords:
Aromaterapi peppermint, Mual muntah pascaoperasi, Sectio caesarea, Spinal anestesiAbstract
Pendahuluan: Sectio caesarea (SC) adalah prosedur pembedahan obstetri yang banyak dilakukan dengan menggunakan anestesi spinal sebagai teknik anestesi utama. Salah satu komplikasi yang sering dijumpai setelah tindakan tersebut adalah mual dan muntah pascaoperasi yang berpotensi menghambat pemulihan pasien dan menurunkan kualitas perawatan pascaoperasi. Aromaterapi peppermint merupakan terapi komplementer yang mudah dilakukan dan berpotensi mengurangi mual muntah melalui kandungan menthol yang memberikan efek relaksasi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui penerapan aromaterapi peppermint terhadap mual muntah pada pasien post sectio caesarea dengan spinal anestesi. Metode: Penelitian ini digunakan desain pra-eksperimen yang melibatkan satu kelompok dengan pengukuran sebelum (pretest) dan sesudah (posttest) intervensi. Penelitian ini melibatkan 4 responden yang ditentukan menggunakan teknik purposive sampling. Intervensi dilakukan dengan pemberian 2 tetes aromaterapi peppermint pada tisu yang diletakkan di dada responden dan dihirup selama ±15 menit. Penilaian tingkat mual dan muntah dilakukan sebelum serta setelah pemberian intervensi dengan menggunakan instrumen penelitian Rhodes Index of Nausea, Vomiting, and Retching (RINVR). Analisis data dilakukan secara deskriptif melalui perbandingan hasil skor sebelum dan sesudah intervensi (pretest dan posttest). Hasil: Terdapat penurunan skor mual muntah pada seluruh responden setelah pemberian aromaterapi peppermint. Dua responden dengan kategori mual muntah sedang mengalami penurunan menjadi ringan, sedangkan dua responden dengan kategori ringan mengalami penurunan skor setelah intervensi. Kesimpulan: Aromaterapi peppermint dapat menjadi salah satu pendekatan nonfarmakologis yang mendukung penurunan kejadian mual dan muntah pada pasien setelah tindakan sectio caesarea dengan anestesi spinal, sehingga berpotensi diterapkan sebagai intervensi keperawatan komplementer dalam meningkatkan kenyamanan pasien.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Journal of Midwivery

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.





