Hubungan tingkat nyeri dengan ansietas ibu post sectio caesarea

Authors

  • Rafika Nova Ndari Program studi Keperawatan, Universitas Widya Husada Semarang, Indonesia
  • Niken Sukesi Program studi Keperawatan, Universitas Widya Husada Semarang, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.63425/ljmw.v3i1.220

Keywords:

cemas, nyeri, sectio caesaria

Abstract

Latar Belakang: Persalinan dengan metode Sectio Caesarea sering diikuti oleh timbulnya nyeri pascaoperasi yang dapat mengganggu kesejahteraan psikologis dan kondisi fisiologis pasien. Nyeri ini dapat menyebabkan kecemasan, perubahan perilaku, dan gangguan tidur, yang mungkin berlanjut selama 24 hingga 48 jam setelah operasi. Ansietas yang tinggi dapat memperlemah persepsi nyeri sehingga mempengaruhi kemampuan mereka dalam merawat bayi dan mengelola emosi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi keterkaitan antara tingkat nyeri pascaoperasi sesar dengan tingkat kecemasan pada ibu pascaoperasi di Rumah Sakit QIM Batang. Metode: Penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional menggunakan rancangan cross-sectional. Populasi penelitian terdiri atas 30 pasien pasca sectio caesarea, dengan seluruh anggota populasi dijadikan responden melalui teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan instrumen Numerical Rating Scale (NRS) untuk mengukur tingkat nyeri dan Zung Self-Rating Anxiety Scale (ZSAS) untuk menilai tingkat kecemasan. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis menggunakan uji Chi-Square guna mengidentifikasi hubungan antara kedua variabel. Penelitian dilaksanakan selama periode Oktober hingga November 2025 di Rumah Sakit QIM Batang. Hasil: Hasil uji SPSS yang telah dilakukan menggunakan metode Uji Chi Square menunjukkan nilai p value 0,000 (p value > 0,05). Kesimpulan: Ada hubungan antara tingkat nyeri dengan ansietas ibu post section caesarea di RS QIM Batang. RS dan tenaga kesehatan diharapkan melakukan pengkajian nyeri dan kecemasan secara rutin pada ibu post sectio caesarea serta memberikan intervensi yang tepat, baik secara farmakologis maupun nonfarmakologis, untuk mendukung proses pemulihan

Downloads

Published

2026-09-06