Hubungan Academic Burnout dan Gangguan Siklus Menstruasi pada Remaja

Authors

  • Bety Agustina Rahayu Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Surya Global Yogyakarta, Indonesia
  • Debby Yulianthi Maria Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Surya Global Yogyakarta, Indonesia
  • Ahmad Hamid Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Surya Global Yogyakarta, Indonesia
  • Sarni Anggoro Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Surya Global Yogyakarta, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.63425/ljmw.v1i2.117

Keywords:

Academic burnout, kesehatan reproduksi, Remaja, siklus menstruasi

Abstract

Pendahuluan: Academic burnout merupakan kondisi stres kronis yang timbul akibat tekanan akademik berlebihan dan dapat mempengaruhi fungsi fisiologis remaja, termasuk sistem reproduksi termasuk terganggunya siklus menstruasi. Tujuan: Menganalisis hubungan antara tingkat academic burnout dan gangguan siklus menstruasi pada mahasiswi putri di SMK Kesehatan X. Metode: Penelitian menggunakan desain kuantitatif korelasional dengan metode cross-sectional pada 20 remaja putri yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah School Burnout Inventory (SBI) dan lembar observasi gangguan siklus menstruasi. Analisis menggunakan uji korelasi rank Spearman. Hasil: 85% mahasiswi mengalami burnout kategori sedang–tinggi dan 70% mengalami gangguan siklus menstruasi. Terdapat hubungan kuat dan signifikan antara academic burnout dan gangguan siklus menstruasi (r = 0,612; p = 0,004). Simpulan: Peningkatan tingkat burnout berpotensi memperburuk keteraturan siklus menstruasi pada remaja. Penelitian ini menegaskan pentingnya upaya manajemen stres di lingkungan pendidikan untuk melindungi kesehatan reproduksi remaja.

Downloads

Published

2025-11-26