Penerapan intervensi terapi afirmasi positif terhadap kemampuan mengontrol dorongan bunuh diri pada pasien dengan resiko bunuh diri

Authors

  • Aprilia Ageng Nugraheni RSJD dr. Amino Gondohutomo, Semarang, Jawa Tengah, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.63425/ljmh.v3i2.163

Keywords:

afirmasi positif, risiko bunuh diri, harga diri, skizofrenia, keperawatan jiwa

Abstract

Latar belakang: Resiko bunuh diri merupakan kondisi saat seseorang memiliki kecenderungan untuk melakukan tindakan bunuh diri, baik melalui ide, ancaman, maupun percobaan bunuh diri sehingga memerlukan intervensi keperawatan yang tepat. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat digunakan adalah terapi afirmasi positif yang bertujuan untuk meningkatkan harga diri dan mengubah pola pikir negatif menjadi lebih adaptif. Tujuan: mengetahui pengaruh terapi afirmasi positif terhadap kemampuan mengontrol dorongan bunuh diri pada pasien dengan risiko bunuh diri di RSJD dr. Amino Gondohutomo Semarang. Metode: studi kasus desktriptif digunakan sebagai jenis penelitian berikut, dengan melibatkan tiga pasien (Nn. R, Nn. K, Nn. A) yang menunjukan masalah resiko bunuh diri yang dilakukan selama tiga hari. Instrumen yang digunakan berupa format pengkajian keperawatan jiwa, lembar observasi resiko bunuh diri yang mengacu pada standar luaran keperawatan Indonesia (SLKI) dan SPO terapi afirmasi positif. Analisa data dilakukan secara deskriptif dengan membandingkan kondisi sebelum dan sesudah dilakukan intervensi berdasarkan skor dan perilaku pasien. Hasil: evaluasi menunjukkan penurunan dorongan bunuh diri yang ditandai dengan berkurangnya verbalisasi dan perencanaan bunuh diri. Klien 1 menunjukkan penurunan paling signifikan hingga tidak terdapat dorongan bunuh diri, sedangkan klien 2 dan 3 mengalami penurunan secara bertahap hingga kategori ringan. Kesimpulan: Intervensi terapi afirmasi positif efektif dalam meningkatkan kemampuan mengontrol dorongan bunuh diri melalui peningkatan harga diri dan perubahan pola pikir menjadi lebih positif. Intervensi ini mudah dilakukan karena tidak memerlukan alat khusus, sehingga perawat dapat menerapkannya dalam kegiatan sehari-hari saat memberikan asuhan keperawatan.

Downloads

Published

2026-05-06

Similar Articles

1 2 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.