Penerapan intervensi terapi spiritual murottal terhadap kemampuan mengontrol marah pada pasien risiko perilaku kekerasan

Authors

  • Yulia Rosnilawati RSJD dr. Amino Gondohutomo Provinsi Jawa Tengah, Semarang, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.63425/ljmh.v3i2.160

Keywords:

gangguan jiwa, kontrol marah, risiko perilaku kekerasan, skizofrenia, terapi murottal

Abstract

Latar Belakang: Risiko perilaku kekerasan merupakan salah satu masalah keperawatan yang sering terjadi pada pasien gangguan jiwa khususnya skizofrenia, yang ditandai dengan ketidakmampuan mengontrol marah. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat dilakukan adalah terapi spiritual murottal yang berfungsi memberikan efek relaksasi dan ketenangan. Tujuan: mengetahui pengaruh penerapan terapi spiritual murottal terhadap kemampuan mengontrol marah pada pasien dengan risiko perilaku kekerasan di RSJD Dr. Amino Gondohutomo Provinsi Jawa Tengah. Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi kasus dengan pendekatan deskriptif pada 3 responden. Instrumen yang digunakan meliputi standart praktik keperawatan jiwa terdiri dari: lembar format asuhan keperawatan, lembar observasi kemampuan mengontrol marah. Pengumpulan data dilakukan melaluai wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, status mental, dan dokumentasi. Intervensi dilakukan dengan pemberian terapi murottal selama beberapa hari dan dievaluasi sebelum dan sesudah intervensi. Analisa data dijelaskan secara deskriptif secara narasi dan tabel. Hasil: sebelum intervensi seluruh responden (100%) mengalami penurunan kemampuan kontrol marah. Setelah diberikan terapi murottal, terjadi peningkatan kemampuan mengontrol marah dimana 66.67% responden mengalami peningkatan kontrol diri cukup meningkat dan 33.33% mengalami peningkatan kontrol diri sedang. Selain itu, terjadi penurunan tanda dan gejala risiko perilaku kekerasan. Kesimpulan: Terapi spiritual murottal efektif dalam meningkatkan kemampuan mengontrol marah serta menurunkan tanda dan gejala risiko perilaku kekerasan pada gangguan jiwa khususnya skizofrenia. Penelitian selanjutnya disarankan menggunakan desain penelitian yang lebih kuat dengan jumlah responden yang lebih besar serta melibatkan kelompok kontrol agar hasil penelitian dapat digeneralisasikan.

Downloads

Published

2026-05-06

Similar Articles

<< < 1 2 

You may also start an advanced similarity search for this article.