Membangun masyarakat sadar diabetes melalui deteksi dini dan edukasi pencegahan berbasis komunitas

Authors

  • Gipta Galih Widodo Program Studi Keperawatan, Universitas Ngudi Waluyo Ungaran, Jawa Tengah, Indonesia
  • Faridah Aini Program Studi Keperawatan, Universitas Ngudi Waluyo Ungaran, Jawa Tengah, Indonesia
  • Umi Setyoningrum Program Studi Keperawatan, Universitas Ngudi Waluyo Ungaran, Jawa Tengah, Indonesia
  • Fiki Wijayanti Program Studi Keperawatan, Universitas Ngudi Waluyo Ungaran, Jawa Tengah, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.63425/ljm.v3i1.200

Keywords:

deteksi dini, diabetes mellitus, edukasi kesehatan, promosi kesehatan, skrining Risiko

Abstract

Pendahuluan: Diabetes mellitus merupakan penyakit tidak menular yang prevalensinya terus meningkat di Indonesia dan berkontribusi terhadap berbagai komplikasi serius, termasuk penyakit kardiovaskular, stroke, gagal ginjal kronik, neuropati, dan retinopati. Upaya pencegahan berbasis komunitas melalui skrining risiko dini dan edukasi kesehatan terstruktur sangat dibutuhkan untuk menurunkan beban penyakit, khususnya pada kelompok dewasa paruh baya dengan akumulasi faktor risiko metabolik. Tujuan: Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai faktor risiko, gejala, komplikasi, dan perilaku pencegahan diabetes mellitus di Lingkungan Gedang Asri, Kabupaten Semarang. Metode: Intervensi edukasi dengan desain pra-pasca dilaksanakan terhadap 17 peserta laki-laki dewasa. Skrining risiko mencakup pengukuran indeks massa tubuh (IMT), tekanan darah, lingkar pinggang, dan kadar gula darah sewaktu (GDS). Edukasi kesehatan disampaikan melalui ceramah interaktif, diskusi kelompok, dan demonstrasi perilaku hidup sehat. Pengetahuan diukur menggunakan kuesioner diabetes mellitus yang telah divalidasi, diberikan sebelum dan sesudah intervensi. Hasil: Rerata skor pengetahuan peserta meningkat secara signifikan dari 15,18 ± 2,81 (pra-uji) menjadi 20,47 ± 1,55 (pasca-uji) (t = −8,933; p < 0,001). Skrining menunjukkan rerata tekanan darah sistolik 139,71 ± 24,76 mmHg, rerata IMT 25,71 ± 4,00 kg/m², dan rerata GDS 182,41 ± 34,69 mg/dL, mengindikasikan klasterisasi faktor risiko metabolik berupa hipertensi, kelebihan berat badan, dan hiperglikemia. Kesimpulan: Intervensi skrining dan edukasi diabetes berbasis komunitas terbukti efektif meningkatkan pengetahuan peserta serta mengidentifikasi profil risiko metabolik yang signifikan. Program promosi kesehatan berkelanjutan yang mengintegrasikan deteksi dini dan modifikasi perilaku direkomendasikan untuk menurunkan insidensi diabetes pada populasi rentan.

Downloads

Published

2026-07-02