PKM peduli osteoporosis: pemberdayaan kader posyandu lansia sebagai upaya pencegahan dini di Kelurahan Pudakpayung

Authors

  • Priyanto Priyanto Universitas Ngudi Waluyo Ungaran, Jawa Tengah, Indonesia
  • Faridah Aini Universitas Ngudi Waluyo Ungaran, Jawa Tengah, Indonesia
  • Eko Mardiyaningsih Universitas Ngudi Waluyo Ungaran, Jawa Tengah, Indonesia
  • Aristiyanto Aristiyanto Universitas Ngudi Waluyo Ungaran, Jawa Tengah, Indonesia
  • Mufidatun Qothrun Nada Universitas Ngudi Waluyo Ungaran, Jawa Tengah, Indonesia
  • Salma Nadia Universitas Ngudi Waluyo Ungaran, Jawa Tengah, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.63425/ljm.v3i1.195

Keywords:

osteoporosis, pemberdayaan kader, posyandu lansia, pencegahan osteoporosis, pendidikan kesehatan

Abstract

Pendahuluan: Osteoporosis merupakan masalah kesehatan masyarakat yang signifikan pada lanjut usia (lansia) karena dapat meningkatkan risiko fraktur yang berdampak pada penurunan kualitas hidup. Kurangnya pemahaman mengenai pencegahan osteoporosis di tingkat komunitas menjadi salah satu kendala utama dalam upaya pengendalian penyakit ini. Tujuan: Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk memberdayakan kader Posyandu Lansia di RW XI Kelurahan Pudakpayung melalui peningkatan pengetahuan dan keterampilan mengenai pencegahan dini osteoporosis sehingga mereka dapat berperan sebagai agen promosi kesehatan di masyarakat. Metode: Program diikuti oleh 15 kader Posyandu Lansia. Kegiatan dilaksanakan melalui tiga tahap utama, yaitu: (1) sosialisasi dan pre-test untuk mengukur tingkat pengetahuan awal kader; (2) edukasi interaktif dan pelatihan mengenai definisi osteoporosis, faktor risiko, gizi seimbang yang kaya kalsium dan vitamin D, serta demonstrasi senam pencegahan osteoporosis; dan (3) post-test serta evaluasi program untuk menilai peningkatan pengetahuan peserta.  Evaluasi pre-test dan post-test dilakukan menggunakan instrumen kuesioner pilihan ganda untuk menilai pengetahuan dan lembar observasi untuk menilai keterampilan. Analisis data untuk menguji efektivitas intervensi menggunakan uji statistik Wilcoxon Signed-Rank Test. Hasil: adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan pada kader Posyandu Lansia. Nilai rata-rata pre-test meningkat dari 52,4 menjadi 85,8 pada post-test. Selain itu, peserta menunjukkan antusiasme yang tinggi selama kegiatan dan mampu mempraktikkan kembali senam pencegahan osteoporosis dengan baik. Kesimpulan: Pemberdayaan kader Posyandu Lansia terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan terkait pencegahan osteoporosis. Kader yang telah mendapatkan pelatihan diharapkan dapat berperan sebagai agen perubahan dalam menyebarluaskan informasi kesehatan, meningkatkan kesadaran masyarakat, serta mendukung upaya pencegahan dan deteksi dini osteoporosis pada lansia di wilayahnya.

Downloads

Published

2026-06-29