Edukasi dan pendampingan praktik cuci tangan bagi anak berkebutuhan khusus di SLB negeri 2 gerung

Authors

  • Irni Dwiastiti Irianto Jurusan Ilmu Keperawatan, Universitas Nahdlatul Wathan, Mataram, Indonesia
  • Siti Aisyah Jurusan Ilmu Keperawatan, Universitas Nahdlatul Wathan, Mataram, Indonesia
  • Erniawati Pujingsih Jurusan Ilmu Keperawatan, Universitas Nahdlatul Wathan, Mataram, Indonesia
  • Widya Juniantina Nusantari Jurusan Ilmu Keperawatan, Universitas Nahdlatul Wathan, Mataram, Indonesia
  • Ni Putu Kendriani Jurusan Ilmu Keperawatan, Universitas Nahdlatul Wathan, Mataram, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.63425/ljm.v3i1.189

Keywords:

Anak Berkebutuhan Khusus , Cuci tangan, Edukasi, Pedampingan, Sekolah Luar Biasa

Abstract

Pendahuluan: Mencuci tangan dengan sabun merupakan salah satu perilaku hidup bersih dan sehat yang efektif dalam mencegah penyebaran berbagai penyakit infeksi. Namun, penerapan kebiasaan ini pada anak berkebutuhan khusus (ABK) sering menghadapi kendala karena adanya keterbatasan fisik, intelektual, maupun komunikasi yang memengaruhi kemampuan mereka dalam memahami dan mempraktikkan langkah-langkah cuci tangan sescara mandiri. Oleh karena itu, diperlukan edukasi dan pendampingan yang sesuai dengan karakteristik serta kebutuhan anak berkebutuhan khusus. Tujuan: Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anak berkebutuhan khusus dalam menerapkan praktik cuci tangan sebagai Upaya menjaga kebersihan diri dan mencegah penyakit infeksi. Metode: kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan melalui penyuluhan langsung kepada 40 siswa berkebutuhan khusus di SLB dengan metode deskriptif frekuensi. Instrumen pada pengabdian menggunakan video edukasi dan leaflet bergambar yang menjelaskan enam tahapan mencuci tangan. Hasil: dari 40 siswa yang mengikuti kegiatan ini, menunjukkan bahwa 5 siswa mampu mempraktikkan enam langkah cuci tangan dengan benar. Sebanyak 20 siswa menunjukkan minat terhadap kegiatan meskipun belum mencoba praktik. 10 siswa memperhatikan leaflet bergambar, sedangkan 5 siswa lainnya hanya mengikuti kegiatan dengan menyimak materi yang disampaikan. Kesimpulan Kegiatan edukasi dan pendampingan praktik cuci tangan menunjukkan sebagian besar siswa mampu mengikuti dan mempraktikkan enam langkah cuci tangan dengan baik; disarankan pelaksanaan edukasi dan praktik cuci tangan dilakukan berkala untuk memperkuat kebiasaan hidup bersih dan sehat di lingkungan sekolah.

Downloads

Published

2026-06-21