Penerapan intervensi minum obat teratur terhadap kemampuan mengontrol halusinasi pendengaran pada pasien skizofrenia
DOI:
https://doi.org/10.63425/ljhs.v3i2.167Keywords:
halusinasi pendengaran, intervensi keperawatan, kepatuhan minum obat, skizofreniaAbstract
Latar Belakang: Halusinasi pendengaran merupakan salah satu gejala positif yang sering dialami pasien skizofrenia dan dapat memengaruhi kontrol diri, fungsi sosial, serta meningkatkan risiko kekambuhan. Salah satu faktor yang berkontribusi terhadap persistensi gejala halusinasi adalah ketidakpatuhan minum obat antipsikotik. Intervensi minum obat teratur digunakan sebagai pendekatan keperawatan untuk mendukung stabilisasi gejala psikotik dan meningkatkan kemampuan pasien dalam mengontrol halusinasi. Tujuan: menganalisis penerapan intervensi minum obat teratur terhadap kemampuan mengontrol halusinasi pendengaran pada pasien skizofrenia. Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi kasus deskriptif pada satu pasien skizofrenia dengan halusinasi pendengaran. Intervensi dilakukan selama tiga hari mencakup edukasi, supervisi obat, dan strategi pelaksanaan keperawatan (SP1–SP4). Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi SOAP menggunakan instrumen pengkajian jiwa, lembar observasi halusinasi, serta monitoring obat. Analisis data dilakukan secara deskriptif naratif dengan membandingkan kondisi pasien sebelum dan sesudah intervensi melalui triangulasi sumber. Hasil: adanya penurunan frekuensi halusinasi, peningkatan kepatuhan minum obat, serta peningkatan kemampuan pasien dalam menggunakan teknik kontrol halusinasi seperti menghardik, distraksi melalui interaksi, dan aktivitas terjadwal. Intervensi minum obat teratur juga berkontribusi terhadap peningkatan stabilitas perilaku dan kemampuan pasien dalam mengontrol respons terhadap stimulus internal. Kesimpulan: Intervensi minum obat teratur efektif meningkatkan kemampuan kontrol mandiri dan menurunkan frekuensi halusinasi. Saran: Perawat perlu mengintegrasikan edukasi obat ke dalam setiap tahap SP halusinasi, dan fasilitas kesehatan disarankan melibatkan keluarga dalam monitoring obat untuk mencegah kekambuhan.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Journal of Health Science

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.





