Stimulasi persepsi: terapi musik relaksasi dalam meningkatkan kontrol halusinasi pendengaran pada pasien gangguan jiwa

Authors

  • Ara Patiany RSKB Columbia Asia Pulomas, Jakarta, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.63425/ljhs.v3i2.164

Keywords:

Ansietas, Gangguan persepsi sensori, Halusinasi pendengaran, Intervensi keperawatan, Terapi musik relaksasi

Abstract

Pendahuluan: Halusinasi pendengaran merupakan salah satu gangguan persepsi sensori yang sering dialami pasien dengan gangguan jiwa, khususnya skizofrenia. Kondisi ini dapat menyebabkan kecemasan, gangguan proses pikir, serta perilaku maladaptif. Oleh karena itu, diperlukan intervensi nonfarmakologis seperti terapi musik relaksasi untuk membantu pasien dalam mengontrol halusinasi secara efektif. Tujuan: mengetahui efektivitas stimulasi persepsi: terapi musik relaksasi dalam meningkatkan kemampuan mengontrol halusinasi pendengaran pada pasien dengan gangguan persepsi sensori. Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi kasus deskriptif pada satu pasien rawat inap dengan halusinasi pendengaran di RSKB Columbia Asia Pulomas. Intervensi dilakukan selama tiga hari berturut-turut, sebanyak 2–3 kali per hari selama 10–15 menit, dengan kombinasi strategi pelaksanaan keperawatan (SP 1–4) dan terapi musik relaksasi. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi menggunakan pendekatan SOAP, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil: adanya penurunan frekuensi halusinasi pendengaran, penurunan tingkat ansietas, serta peningkatan kemampuan pasien dalam mengontrol halusinasi. Pasien mampu menerapkan teknik menghardik, bercakap-cakap, dan melakukan aktivitas terjadwal. Selain itu, pasien tampak lebih tenang dan menunjukkan peningkatan dalam interaksi sosial. Kesimpulan: Terapi musik relaksasi efektif sebagai intervensi keperawatan dalam meningkatkan kemampuan mengontrol halusinasi pendengaran, menurunkan ansietas, serta meningkatkan interaksi sosial pada pasien dengan gangguan persepsi sensori. Diharapkan perawat dapat mengintegrasikan terapi musik relaksasi sebagai intervensi nonfarmakologis dalam praktik keperawatan jiwa, serta institusi pelayanan kesehatan dapat mendukung penerapan terapi komplementer guna meningkatkan kualitas asuhan keperawatan secara holistik.

Downloads

Published

2026-05-05