Efektivitas nurse-led early warning system dalam deteksi dini stroke pada fase pre-hospital

Authors

  • Putra Agina Widyaswara Suwaryo Keperawatan Program Sarjana, Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Gombong, Kebumen, Jawa Tengah, Indonesia
  • Podo Yuwono Keperawatan Program Sarjana, Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Gombong, Kebumen, Jawa Tengah, Indonesia
  • Barkah Waladani Keperawatan Program Sarjana, Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Gombong, Kebumen, Jawa Tengah, Indonesia
  • Ernawati Keperawatan Program Diploma Tiga, Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Gombong, Kebumen, Jawa Tengah, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.63425/ljhs.v3i1.153

Keywords:

instalasi gawat darurat, outcome neurologis, perawatan prehospital, response time, stroke

Abstract

Pendahuluan: Stroke merupakan salah satu penyebab utama kematian dan kecacatan jangka panjang di dunia. Keberhasilan penanganan stroke sangat bergantung pada kecepatan penanganan, terutama pada fase pre-hospital. Keterlambatan response time dapat memperburuk outcome neurologis pasien. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara response time pre-hospital dengan outcome neurologis pasien stroke di Instalasi Gawat Darurat.

Metode: Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilakukan di Instalasi Gawat Darurat RS PKU Muhammadiyah Gombong pada periode Januari–Februari 2026. Sebanyak 60 pasien stroke dipilih menggunakan teknik consecutive sampling. Data response time dihitung dari onset hingga tiba di rumah sakit, sedangkan outcome neurologis dinilai menggunakan Glasgow Coma Scale (GCS). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-square dengan tingkat signifikansi p < 0,05. Hasil: Rerata response time pre-hospital adalah 245 ± 110 menit, dengan 70% pasien datang setelah lebih dari 3 jam sejak onset gejala. Sebagian besar pasien memiliki outcome neurologis ringan (41,7%), namun 58,3% berada pada kondisi sedang hingga berat. Terdapat hubungan yang signifikan antara response time pre-hospital dengan outcome neurologis (p = 0,002), di mana keterlambatan kedatangan berhubungan dengan kondisi neurologis yang lebih buruk. Kesimpulan: Response time pre-hospital berhubungan signifikan dengan outcome neurologis pasien stroke. Upaya untuk mengurangi keterlambatan pada fase pre-hospital sangat penting dalam meningkatkan outcome klinis serta menurunkan angka kecacatan dan kematian akibat stroke.

Downloads

Published

2026-04-01