Hubungan beban kerja dengan tingkat kualitas tidur karyawan
DOI:
https://doi.org/10.63425/ljhs.v3i1.138Keywords:
beban kerja, kualitas tidur, karyawanAbstract
Pendahuluan: Pekerja mempunyai beban dalam setiap aktivitas kerja. Kualitas tidur dapat dipengaruhi oleh aktivitas fisik dan stress emosional sebagai dampak dari beban kerja. Kualitas tidur dapat dipengaruhi oleh aktivitas fisik dan stress emosional sebagai dampak dari beban kerja. Tujuan: Mengetahui hubungan beban kerja dengan tingkat kualitas tidur karyawan di PT. SB Indo Di Wilayah Kerja Puskesmas Tengaran Kab. Semarang. Metode: Desain riset kuantitatif, deskriptif. Dengan pendekatan cross-sectional. Populasi studi ini yakni karyawan di PT. SB Indo Di Wilayah Kerja Puskesmas Tengaran Kab. Semarang bagian sewing terdiri dari 120 pekerja. Perhitungan dengan rumus slovin, sampel menggunakan menggunakan One Stage Cluster Random Sampling sejumlah 95 responden. Instrumen menggunakan kuesioner Defence Research Agency Workload Scale (DRAWS) dan kuesioner The Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Analisis bivariat menggunakan rank spearmen. Hasil: Terdapat hubungan beban kerja dengan tingkat kualitas tidur karyawan di PT. SB Indo Di Wilayah Kerja Puskesmas Tengaran Kab. Semarang dengan nilai koefisien korelasi (Spearman’s rho) sebesar -0,528 dengan nilai signifikansi (p-value) sebesar < 0,000 (0,000<0,05). Kesimpulan: Ada hubungan beban kerja dengan tingkat kualitas tidur karyawan di PT. SB Indo Di Wilayah Kerja Puskesmas Tengaran Kab. Semarang. Diharapkan karyawan mampu untuk meningkatkan kualitas tidur dengan baik dan melakukan manajemen diri sehingga beban kerja tidak terlalu berat.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Journal of Health Science

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.





