Penerapan art therapy menggambar untuk meningkatkan kontak mata pada asuhan keperawatan klien menarik diri

Authors

  • Umi Nurrohmah Program Studi Profesi Ners, Fakultas Ilmu Keperawatan dan Kesehatan, Universitas Karya Husada Semarang, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.63425/ljmh.v4i1.256

Keywords:

Isolasi sosial, Keperawatan jiwa, Kontak mata, Skizofrenia, Terapi seni

Abstract

Latar Belakang: Isolasi sosial pada pasien skizofrenia ditandai oleh defisit komunikasi nonverbal yang berat, khususnya hilangnya kontak mata. Kondisi ini menghambat terjalinnya hubungan saling percaya (rapport) dan memperparah keterasingan sosial. Terapi seni menggambar (art therapy drawing) berfungsi sebagai modalitas nonverbal yang minim ancaman untuk memfasilitasi pelepasan emosi dan kesiapan interpersonal. Tujuan: Mengevaluasi dan mendeskripsikan pengaruh terapi seni menggambar terhadap peningkatan durasi dan frekuensi kontak mata dalam asuhan keperawatan jiwa pada klien dengan isolasi sosial. Metode: Studi kasus deskriptif dengan desain pre-test dan post-test yang dilakukan pada dua orang klien laki-laki (Tn. A, berusia 32 tahun, dan Tn. B, berusia 28 tahun) dengan diagnosis skizofrenia yang mengalami menarik diri. Intervensi terdiri dari 3 sesi menggambar harian (masing-masing berdurasi 30–45 menit). Durasi dan frekuensi kontak mata diukur menggunakan stopwatch dan lembar observasi sebelum dan sesudah implementasi 3 hari. Analisa data dilakukan secara deskriptif komparatif untuk membandingkan sebelum dan setelah intervensi. Hasil: Setelah intervensi selama 3 hari, Tn. A menunjukkan peningkatan yang signifikan pada durasi kontak mata dari 1,5 detik (2 kali/5 menit) menjadi 7,0 detik (7 kali/5 menit). Tn. B menunjukkan peningkatan dari 1,0 detik (1 kali/5 menit) menjadi 5,5 detik (5 kali/5 menit). Kedua klien menunjukkan penurunan kecemasan sosial dan peningkatan kesediaan untuk mempertahankan kontak mata saat mempresentasikan karya seni mereka. Kesimpulan: Terapi seni menggambar efektif sebagai intervensi keperawatan pendukung untuk menurunkan resistensi, meningkatkan rasa percaya diri, dan memperbaiki komunikasi nonverbal (kontak mata) pada klien yang mengalami menarik diri. Penelitian selanjutnya diharapkan menggunakan jumlah sampel yang lebih besar, memperpanjang durasi masa intervensi (misalnya 1-2 minggu), serta menambahkan variabel pengukuran komunikasi verbal secara lebih terintegrasi.

Downloads

Published

2026-11-07

Similar Articles

<< < 1 2 3 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.